Kerajinan Tradisional WBTB Warisan Budaya Takbenda Sangliat Dol, Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Kain Tenun (Tais Pet)

Tais pet atau kain tenun Tanimbar merupakan sebuah kerajinan tradisional masyarakat Tanimbar. Masyarakat Tanimbar mengenal tenun Tanimbar dengan istilah Tais Pepete (Bahasa Yamdena dan Selaru) atau Bakan (Bahasa Fordata dan Sera). Tais atau bakan memiliki arti sarung, yang biasa dikenakan oleh Perempuan. Jika dibuat dari benang kapas disebut alisin, dan dari serabut lontar disebut bakan aloan (Drabbe, 1981).

Diperbarui 04 Agustus 2026 3 menit baca
Kain Tenun (Tais Pet)
Tentang Objek Budaya

Kain Tenun (Tais Pet)

Sejarah

Tais pet atau kain tenun Tanimbar merupakan sebuah kerajinan tradisional masyarakat Tanimbar.

Masyarakat Tanimbar mengenal tenun Tanimbar dengan istilah Tais Pepete (Bahasa Yamdena dan Selaru) atau Bakan (Bahasa Fordata dan Sera). Tais atau bakan memiliki arti sarung, yang biasa dikenakan oleh Perempuan. Jika dibuat dari benang kapas disebut alisin, dan dari serabut lontar disebut bakan aloan (Drabbe, 1981).

Warisan budaya non-bendawi yang bernilai tinggi ini bukan sekadar selembar kain, melainkan simbol identitas, status sosial, dan spiritualitas bagi masyarakat Tanimbar.

  • Keunikan Motif (Ragam Hias): Ciri khas utamanya adalah motif garis-garis vertikal yang dipadukan dengan corak adaptasi alam. Motif populer meliputi lelemuku (bunga anggrek khas Tanimbar yang melambangkan kecantikan dan keagungan), kmis (ujung panah), dan wulan liat (bulan sabit).

  • Karakter Warna: Secara tradisional, Tais Pet didominasi oleh warna-warna berani seperti merah, cokelat, hitam, dan biru tua. Dahulu, warna-warna ini didapatkan secara alami dari akar pohon dan dedaunan.

  • Fungsi Sosial: Kain ini memegang peranan krusial dalam upacara adat, mulai dari pernikahan (sebagai bagian dari mahar atau harta adat), penyambutan tamu kehormatan, hingga upacara kematian.

Proses pembuatan selembar Tais Pet dilakukan secara manual menggunakan alat tenun tradisional (gedogan), mulai dari mengikat motif pada benang hingga menenunnya helai demi helai. Proses yang menuntut ketelitian tinggi ini memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Proses menenun ini sebagai sarana edukasi untuk melatih ketelitian dan kesabaran bagi generasi penerus. Khususnya Perempuan, menenun dijadikan standar bagi seorang perempuan untuk menikah. Upaya pelestarian Tais Pet yaitu melakukan transmisi nilai melalui praktik langsung menenun kepada generasi muda, dimasukan dalam pelajaran muatan local di SMA/SMK, serta aktif mempromosikan pesona dan keunggulan tais pet kepada khalayak ramai.

Nilai Budaya

·       Nilai Identitas Budaya – Mencerminkan jati diri, status sosial, dan kebanggaan masyarakat Tanimbar.

·       Nilai Filosofis – Ragam hias dan warna mengandung makna tentang kehidupan, alam, dan penghormatan kepada leluhur.

·       Nilai Sosial – Berperan penting dalam berbagai upacara adat, seperti perkawinan, penyambutan tamu, dan kematian.

·       Nilai Pendidikan – Proses menenun mengajarkan ketelitian, kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

·       Nilai Ekonomi – Menjadi sumber mata pencaharian sekaligus mendukung ekonomi kreatif berbasis budaya.

·       Nilai Pelestarian – Pewarisan keterampilan menenun menjaga keberlangsungan tradisi dan memperkuat identitas budaya Tanimbar.

Kondisi Terkini

Masih dilestarikan sampai sekarang.

Zona Integritas

"Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku: TOMA MAJU, BERBUDAYA!"

Transparan, Objektif, Melayani dan Akuntabel