Seni Pertunjukan WBTB Warisan Budaya Takbenda Pulau Masela, Kabupaten Maluku Barat Daya

Seka (Ehe Lawn)

Tari Seka Besar atau Ehe Lawn merupakan tarian tradisional masyarakat Masela yang berasal dari tiga negeri, yaitu Babyotan, Telalora, dan Iblatmumtah di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dalam bahasa setempat, ehe berarti seka atau gerakan kaki (menendang), sedangkan lawn berarti besar. Karena itu, Ehe Lawn secara harfiah berarti Seka Besar, sebuah tarian yang menonjolkan gerakan kaki yang kuat, dinamis, dan penuh semangat.

Diperbarui 04 Agustus 2026 2 menit baca
Seka (Ehe Lawn)
Tentang Objek Budaya

Seka (Ehe Lawn)

Sejarah

Tari Seka Besar atau Ehe Lawn merupakan tarian tradisional masyarakat Masela yang berasal dari tiga negeri, yaitu Babyotan, Telalora, dan Iblatmumtah di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dalam bahasa setempat, ehe berarti seka atau gerakan kaki (menendang), sedangkan lawn berarti besar. Karena itu, Ehe Lawn secara harfiah berarti Seka Besar, sebuah tarian yang menonjolkan gerakan kaki yang kuat, dinamis, dan penuh semangat.

Menurut tradisi lisan masyarakat, tarian ini pertama kali diciptakan oleh Kowjer Penaonde, seorang peternak kambing dari kampung Babyotan dan terispirasi dari gerakan kambing.

Tari Ehe Lawn biasanya ditampilkan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan sosial, seperti perkawinan, perayaan hari jadi negeri, pelantikan raja, serta berbagai pesta rakyat. Gerakannya relatif sederhana sehingga mudah dipelajari, sementara syair lagunya menggunakan bahasa daerah yang sarat dengan nilai budaya.

Pada tahun 1978, tarian ini mulai diperkenalkan di Kota Ambon, dan pada Festival Tari Tradisional Tingkat Nasional tahun 1988, Tari Ehe Lawn memperoleh predikat sebagai salah satu tarian tradisional dengan kualitas penyajian terbaik. Hingga kini, Tari Ehe Lawn tetap diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Masela. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Nilai Budaya

  • Nilai Kebersamaan – Tari dilakukan secara berkelompok sebagai simbol persatuan, solidaritas, dan kekompakan masyarakat Masela.

  • Nilai Pelestarian Budaya – Menjadi media pewarisan tradisi, bahasa daerah, dan sejarah lisan kepada generasi muda agar identitas budaya tetap terjaga.

  • Nilai Penghormatan terhadap Alam – Terinspirasi dari gerak kambing di alam, mencerminkan kedekatan masyarakat Masela dengan lingkungan sebagai sumber kehidupan dan inspirasi.

  • Nilai Estetika – Keindahan tari tercermin melalui perpaduan hentakan kaki, irama lagu, dan syair berbahasa daerah yang membentuk pertunjukan yang dinamis dan harmonis.

  • Nilai Sosial – Dipentaskan dalam berbagai upacara adat dan perayaan masyarakat sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan.

Nilai Kreativitas – Menunjukkan kemampuan masyarakat mengolah pengalaman hidup dan fenomena alam menjadi karya seni yang bernilai budaya.

Kondisi Terkini

Masih dilestarikan.

Zona Integritas

"Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku: TOMA MAJU, BERBUDAYA!"

Transparan, Objektif, Melayani dan Akuntabel